Wednesday, March 9, 2016

TOF Sicacilla, MOI, Kelapa Gading

TOF Sicacilla, MOI Kelapa Gading

Sebagai salah satu Coffee Shop paling sering disebut di jagat Instagram, WC di TOF Sicacilla ini seperti tidak mendapatkan perlakuan designer interior yang selayaknya. Jika di ruang saji kita di manjakan dengan suasana yang terdesain baik serta menenangkan, sayang WC nya sama saja dengan mengunjungi WC kantor-kantor di ruko pada umumnya.

 Relatif bersih dan cukup lega untuk beraktifitas, hanya perlu sedikit campur tangan desainer interior. Mungkin ditambah urinoir akan membantu mengurangi penggunaan tissue wc dan air untuk membersihkan cipratan air seni yang sedikit meleset.

Rate
Buang air kecil : 3.5/5
Buang air besar : 3/5
Cuci muka : 3.8/5
Selfie di WC : 2/5


TOF Sicacilla, MOI Kelapa Gading

Sunday, March 6, 2016

Red Blanc Coffee and Bakery, Mall of Indonesia, Kelapa Gading

Coffee shop yang rada nyumpet di deret ruko-ruko Mall of Indonesia, di depan pintu lobby 8 mall.

Coffee shop ini digabung dengan toko roti a'la Korea. Tempat ngopi ini tampaknya memang ditujukan untuk orang Korea, karena memutar lagu-lagu Korea seharian. Pada akhirnya memang banyak orang Korea yang datang.

Sayangnya hari ini wc di Red Blanc mati airnya. Mati air di wc satu-satunya tentu menyebabkan bencana besar. Karena taulah kalau minum kopi kadangkala berefek membuat perut bergejolak.

Semoga kendala air ini segera diperbaiki supaya experience rasa Korea tidak dirusak oleh bebauan tidak enak.

Saturday, March 5, 2016

Giyanti Coffee and Roastery, jl. Surabaya, Menteng

Giyanti adalah kedai kopi kecil yang berada di klasemen teratas per-specialty coffee an Jakarta. Lokasinya yang strategis di tempat lalu lalang turis mancanegara sempat membuat namanya melambung sebagai restoran nomer satu di Jakarta versi Tripadvisor.

Tempatnya yang juga rada nyumpet membuat momen menemukan coffee shop ini menjadi terasa menemukan 'harta karun' di kuil yang hilang ditengah belantara hutan.
Cuma hutannya beton kalau dalam konteks Giyanti.

Bagaimana dengan wc nya?

Tidak ditemukan urinoir, sehingga kaum pria harus pandai-pandai membidik supaya tidak boros tissue untuk ngelap toilet.
Wc nya relatif bersih, karena pengunjungnya cukup beradab. Tersedia tissue cebok dan juga tissue lap.

Dengan tersedianya washtafel di dalam, membuat proses bebersih bisa lebih terjaga privasinya.
Cuma ada sedikit celah di antara pintu dengan bingkai pintu, jadi sebaiknya kalau menunggu giliran jangan di depan pintu. Soalnya bisa awkward kalau tau-tau tidak sengaja terlihat sekilas-sekilas penampakan dari dalam.

Friday, March 4, 2016

Bean Here, Boulevard Raya, Kelapa Gading

Coffee shop ini belum sebulan buka di Kelapa Gading. Berlokasi di Boulevard Raya, setelah Mall Kelapa Gading. Berada di antara resto Rasane dan Bar District.

Kopinya enak dan pemiliknya ramah. Cuma desain wc nya biasa aja. Ada nilai point tambahan dengan usaha menambah urinoir, karena tidak mudah membidik toilet duduk dengan tepat.

Semoga bisa ditingkatkan lagi suasana wc nya, supaya terjadi pengalaman yang seamless dari ruang utama ke ruang tandas.

Cheers.

Thursday, March 3, 2016

Kedai Tjikini 17, Cikini Raya, Menteng

Kedai ini terkenal karena konsepnya yang mengangkat konsep rumah makan jaman dulu. Sengaja menyediakan beberapa minuman ringan legendaris dan pengganan-pengganan klasik.

Interiornya nyaman, sayang WC nya kecil dan cuma satu. Walaupun relatif bersih, namun karena cuma ada satu maka frekuensi penggunaannyapun cukup padat.

Tipe wc seperti inilah yang menjadi alasan saya sedia antiseptic untuk membersihkan toilet seat.

Washtafel di dalam wc tidak ada cerminnya, jadi kita harus keluar dulu kalau mau memastikan hidung sudah bersih dari upil. 

Secara keseluruhan, wc ini cukup nyaman dan usaha menghias dengan tambahan tanaman itu patut diacungi jempol.

Wednesday, March 2, 2016

Workroom Coffee, Cikini Raya, Menteng

Tempat ngopi dengan konsep 'coworking space' di Cikini Raya, Menteng. Tepat di ujung jalan Cikini Raya, di depan Menteng Huis dan di sebelah Kantor Pos.

Facade Workroom Coffee ini adalah salah satu yang paling mirip dengan cafe-cafe pinggir jalan di Eropa. Mereka beruntung dapat menempati sebuah gedung tua yang cantik.

Kopinya enak, pegawai ramah, yang mengganggu saya cuma gambar Minions di salah satu dinding mereka.

Oiya, wc nya sih biasa aja. Kadang cenderung kotor karena mungkin pengunjungnya kurang rapih dalam menandaskan panggilan alam. Saran saya untuk dilakukan pembersihan cukup sering, mengingat pengguna-pengguna yang mungkin belum terbiasa dengan wc kering.

Kalau bersih, maka wc ini cukup nyaman karena relatif lega dan isinya lengkap.

Paul-ed Coffee, Kelapa Gading

Tempat ini kopinya enak, interior nyaman, staff ramah, tetapi WC nya seakan tidak tersentuh oleh desainer interior.
Wc kafe yang terdesain dengan baik tentu akan memberikan kesan yang bagus dan pengalaman yang seamless di saat menandaskan panggilan alam.

Karena suasana di ruang utama dan WC masih seperti berada di dua dunia berbeda, maka saya rasa Wc di Paul-ed jelas perlu di tingkatkan.